Solusi Masalah Disfungsi Ereksi secara Psikologis

Masalah disfungsi ereksi bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Salah satu cara untuk mencegahnya ialah dengan rajin melakukan olahraga, makan makanan yang sehat, dan stop merokok. Namun, masalah disfungsi ereksi masih mungkin terjadi, yang mungkin saja disebabkan karena faktor psikologis, seperti depresi, amarah, dan sebagainya.

Ada beberapa cara mengatasi masah tersebut dengan mudah. Pertama, pahami kondisi hubungan antara Anda dan pasangan. Hubungan seksual biasanya bisa mencerminkan apa yang terjadi antara Anda dan pasangan. Bahkan menurut seorang ahli, jika hubungan Anda dan pasangan kurang baik, maka impotensi bisa menjadi salah satu pertanda. Maka ada baiknya Anda pintar dalam menafsirkan tanda yang diberikan oleh tubuh Anda.

Kemudian, yang ke dua adalah atasi amarah Anda dengan baik sebelum pergi ke tempat tidur. Hal ini karena amarah bisa menghambat Anda dalam menerima rangsangan seksual yang diberikan pasangan Anda. Bahkan Anda jadi tidak sensitif pada rangsangan yang ada. Jadi, jelaslah bahwa amarah yang terjadi antara Anda dan pasangan Anda akan menghambat hubungan intim Anda dan pasangan Anda juga. Hal ini juga akan mampu merusak keharmonisan antara Anda dan pasangan Anda atau rumah tangga Anda. Jadi, ada baiknya segera selesaikan masalah dana marah Anda sebaik-baiknya.

Salah satu cara untuk menyelesaikan amarah tersebut ialah dengan berbagi pada pasangan Anda atau pada istri Anda. Ceritakan semua amarah tersebut kepadanya dan buat Anda lebih merasa plong dan rileks. Jangan bawa amarah ke tempat tidur. Ceritakan di luar kamar tidur dengan seksama dan sebaik-baiknya. Jangan biarkan amarah tersebut terpendam dalam pikiran dan hati Anda. Biasanya, setelah Anda mengungkapkannya kepada pasangan, Anda akan merasa jauh lebih lega dan plong. Tapi, lakukan dengan baik dan dengan cara yang jauh dari rasa emosi untuk mencegah timbulnya masalah baru.

Hal ini menjadi salah satui faktor menurunnya kualitas seksualitas Anda dan pasangan. Saat Anda dan pasangan memiliki buah hati, maka tentu tanggung jawab yang Anda pikul akan jauh lebih besar, bahkan Anda harus mengimbanginya dengan tanggung jawab yang super besar pada karir dan pekerjaan Anda. Jadi, masalah dan amarah pun akan lebih sering terjadi. Untuk mengatasinya, Anda perlu manjemen amarah yang baik juga. Selain itu, Anda juga mungkin perlu berkonsultasi dengan ahli medis, misalnya pada psikolog untuk mengetahui cara mengatasi masalah tersebut.

 

Semoga bermanfaat,

Ita Arianto, S.Farm, Apt.