Ejakulasi dini

*Ejakulasi dini atau ED adalah disfungsi seksual yang sering dialami oleh kaum pria, selain juga disfungsi ereksi. Yang jadi persoalan adalah sebagian besar pria sering tidak menyadari jika dirinya mengalami ED. Mereka biasanya hanya bertanya-tanya dalam hati. Ejakulasi dini sendiri terjadi karena pria tidak mampu mengendalikan ejakulasi sesuai keinginan.

Penyebab

·         Bisa disebabkan karena gangguan psikofisiologis. Misalnya karena hubungan dengan istri tidak harmonis dan rasa takut atau tidak senang pada pasangan.

·         Kecemasan juga menjadi faktor penyebab. Contohnya saja karena hubungan terlarang dan takut ketahuan atau kecemasan tidak dapat memuaskan pasangan.

·         Sering mencapai orgasme secara tergesa-gesa. Biasanya saat masturbasi.

·         Serotonin (bahan neotransmiter untuk mencegah ejakulasi) kurang berfungsi.

·         Kontrol syaraf yang berperan pada saat ejakulasi terganggu. Tapi yang harus diingat, penderita disfungsi ereksi biasanya juga mengalami ED namun penderita ED belum tentu punya disfungsi ereksi.

Dampak

ED itu beda-beda. Karena itu ED dibagi menjadi tiga jenis sesuai tingkatannya.

·         Ringan – terjadi ejakulasi setelah beberapa gesekan singkat.

·         Sedang – terjadi ejakulasi setelah penis masuk ke vagina.

·         Berat – terjadi ejakulasi bahkan saat penis baru menyentuh bagian luar vagina.

Tapi, apapun jenisnya, bisa dipastikan kalau ejakulasi dini itu akan mempengaruhi hubungan suami istri baik secara seksual maupun secara keseluruhan. Biasanya dua belah pihak yang merasa tidak puas. Pria tidak puas pada dirinya sendiri dan wanita tidak puas karena seks terlalu singkat.

Cara Mengatasi

1.     Coba lebih peka pada tubuh sendiri dan belajar meresponnya saat melakukan hubungan seks.

2.     Selalu awali segalanya dengan mengambil napas dalam-dalam. Hal ini bertujuan agar kita tidak terlalu fokus pada sensasi yang kita rasakan. Selain itu ambil napas dalam-dalam juga berfungsi untuk mengurangi stres.

3.     Aktifkan seluruh tubuh tapi jangan terlalu fokus pada reaksi tubuh saat melakukan hubungan seks.

4.     Foreplay harus cukup dan jangan terburu-buru melakukan penetrasi. Selain seru, ini juga bisa membuat pria bertahan lebih lama.

 

Semoga bermanfaat,

Ita Arianto, S.Farm, Apt