Apakah Ejakulasi Dini Termasuk Penyakit? Apa Penyebabnya?

Apakah yang anda ketahui tentang ejakulasi dini? Ejakulasi dini merupakan masalah yang bisa saja dialami oleh kaum pria. Istilah lain yang digunakan secara internasional untuk menyebutnya adalah premature ejaculation. Namun apakah ejakulasi dini termasuk penyakit? Dan faktor apa saja yang bisa menjadi penyebabnya? Jika anda ingin mengetahui seluk beluk mengenai ejakulasi dini, maka anda sampai pada laman yang tepat. Mari kita cari tahu semua jawaban atas pertanyaan anda melalui artikel kali ini.

Ejakulasi dini merupakan salah satu jenis dari gangguan seksual yang bisa dialami pria yang ditandai dengan keluarnya sperma sesaat setelah memulai hubungan seksual. Umumnya gangguan ini terjadi 1 hingga 2 menit setelah memulai hubungan suami istri. Ejakulasi dini tentu akan menyebabkan masalah apabila tidak diatasi. Mengapa demikian? Hubungan suami istri dalam rumah tangga merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keharmonisan rumah tangga.

Jika pasangan anda tidak merasa ternafkahi secara lahir, maka anda bisa mengalami masalah ejakulasi dini. Ejakulasi dini mungkin akan menyebabkan anda tidak bisa menjalankan salah satu kewajiban sebagai suami secara sempurna. Namun anda tidak perlu khawatir karena keadaan tersebut bukanlah akhir dari segalanya. Anda tidak perlu merasa tertekan karena dewasa ini telah banyak solusi yang ditawarkan oleh dunia medis maupun psikologis untuk mengatasinya. Jadi, ejakulasi dini bukanlah jenis gangguan yang tidak dapat disembuhkan.

Apakah ejakulasi dini termasuk penyakit? Ejakulasi dini umumnya dialami oleh pria yang berusia di bawah 40-an. Menurut salah satu penelitian, rata-rata ejakulasi dini pernah dialami oleh 1 dari 3 pria di dunia. Namun demikian, ejakulasi dini bukan merupakan salah satu jenis penyakit. Ejakulasi dini adalah gangguan seksual yang bisa diatasi dengan banyak cara.

Sayangnya, banyak pria yang merasa frustasi dan tertekan sehingga sebagai solusinya, mereka memilih untuk tidak melakukan hubungan seksual dengan pasangan (istri). Padahal tentu saja hal ini akan menjadi masalah yang serius. Gejala utama dari ejakulasi dini yang dialami pria adalah ketidakmampuan seorang pria dalam menunda keluarnya sperma ketika berhubungan seksual.

Terdapat 2 jenis ejakulasi dini yaitu

  • Ejakulasi dini yang didapat sejak pertama kali melakukan hubungan seksual (primer)
  • Ejakulasi dini yang didapat pada suatu saat tertentu dalam hidup seorang pria (sekunder).

Meski bukan merupakan salah satu jenis penyakit, karena ejakulasi dini merupakan jenis gangguan, maka hal ini juga perlu adanya pengobatan dan penyembuhan. Terdapat serangkaian metode yang dilakukan untuk mengatasi ejakulasi dini. Metode tersebut bisa dilakukan secara berkesinambungan. Secara garis besar, metode tersebut dibagi ke dalam 3 hal yaitu medis, psikologis, dan teknis.

Secara medis, ejakulasi dini dapat diatasi dengan pemberian jenis obat tertentu. Tentunya anda tidak bisa mendapatkannya tanpa melalui konsultasi dengan dokter. Konsultasi ini dapat dijadikan sebagai sarana untuk anda mengetahui faktor penyebab dari gangguan yang anda alami. Konsultasi juga termasuk ke dalam metode psikologis. Metode yang terakhir adalah dengan melakukan latihan selama periode waktu tertentu untuk bisa mengontrol waktu ejakulasi.

Faktor apa saja yang bisa menyebabkan terjadinya ejakulasi dini? Faktor penyebab ejakulasi dini dapat dikelompokkan menjadi 3 macam yaitu secara biologis, psikologis, dan gaya hidup. Apa saja? Simak penjelasannya di bawah ini!

1. Faktor biologis

Kondisi atau keadaan fisik seorang pria dapat menjadi faktor terjadinya gangguan ejakulasi dini. Beberapa keadaan fisik berikut ini dapat menyebabkan terjadinya gangguan seksual berupa ejakulasi dini:

  • Kondisi tidak normalnya neurotransmiter di dalam otak.
  • Adanya aktivitas yang bersifat refleks yang tidak normal dalam sistem ejakulatori.
  • Produksi hormon yang tidak normal.
  • Adanya masalah pada kelenjar tiroid.
  • Adanya infeksi atau peradangan pada area alat vital.
  • Terjadinya kerusakan saraf akibat tindakan medis seperti operasi atau pernah mengalami trauma pasca kecelakaan atau pengalaman tentang kejadian tertentu.
  • Faktor keturunan yang mungkin didapat dari sang ayah.

2. Faktor psikologis

Selain faktor fisik atau biologis, faktor psikologis ternyata juga turut berperan dalam terjadinya gangguan seksual berupa ejakulasi dini. Beberapa faktor tersebut antara lain:

  • Disfungsi ereksi yang bisa disebabkan karena perasaan cemas, takut, khawatir, dan lain-lain yang membuat seorang pria berada dalam tekanan ketika melakukan hubungan seksual.
  • Kondisi hubungan dengan pasangan anda bisa mempengaruhi terjadinya ejakulasi dini. Maka dari itu sebisa mungkin jagalah komunikasi dengan istri sebaik mungkin sehingga hubungan rumah tangga menjadi selalu terbuka dan tidak menyebabkan masalah yang berlanjut tanpa penyelesaian yang akan berakibat pada kondisi psikologis.

3. Gaya hidup

Gaya hidup atau kebiasaan yang tidak baik dapat menjadi salah satu penyebab ejakulasi dini terjadi. Apa saja itu?

  • Merokok, minum minuman beralkohol, penyalahgunaan narkoba.
  • Tidak pernah atau jarang berolahraga.
  • Kurang jam tidur atau biasa begadang.

Jadi kesimpulannya, ejakulasi dini bukan merupakan jenis penyakit namun termasuk sebagai salah satu jenis gangguan seksual yang umum terjadi dan bisa diatasi. Untuk menghindari terjadinya ejakulasi dini hindarilah kebiasaan-kebiasaan buruk yang telah disebutkan di atas. Semoga bermanfaat!