3 Gejala Utama Impotensi

Impotensi memiliki banyak sebutan. Orang-orang yang lebih halus biasa menyingkat impotensi menjadi DE (Disfungsi Ereksi) atau lemah syahwat. Penyakit ini dianggap sebagai momok mengerikan bagi para pria dewasa. Tingkatan gangguan impotensi sudah lebih akut berlipat kali dibandingkan ejakulasi dini.

Pria dewasa akan merasa malu ketika harus mengakui kenyataan bahwa dia terkena impotensi. Apalagi jika ia memiliki lebih dari seorang istri. Tentu saja gengsi dan kehormatannya sebagai laki-laki serasa diacak-acak. Karena itulah biasanya keegoisan para pria membuatnya jajan di luar dengan harapan penisnya dapat kembali seperti semula.

Penyebab Impotensi

Pada kenyataannya, impotensi yang disebabkan oleh faktor non psikologis tidak bisa diatasi dengan jalan semudah ‘jajan di luar’. Memang untuk beberapa kasus yang agak menggelikan, ada beberapa pria yang loyo di ranjang ketika akan melakukan senggama bersama istri. Anehnya saat dia main bersama wanita simpanan, penisnya berfungsi dengan sangat baik.

Usut punya usut, ternyata ada banyak faktor yang melatarbelakangi impotensi. Salah satunya adalah rasa benci atau sedang malas dengan pasangan seksualnya. Keadaan ini tanpa anda sadari dapat memicu impotensi mendadak.

Selain itu, ada beberapa hal yang menjadi fakta. Fakta-fakta tersebut merupakan faktor pendorong impotensi pada pria. Jika anda benar-benar masih awam dengan permasalahan impotensi, kali ini saya akan memberitahukannya. Silahkan diingat untuk tidak dilanggar.

1.    Merokok

Fakta yang pertama sudah menjadi rahasia umum. Rokok merupakan kumpulan dari ribuan zat berbahaya yang digemari sebagian besar pria. Beberapa di antara zat yang terkandung dalam rokok memang dapat melemahkan kemampuan pria bertempur di ranjang. Begitu juga dengan kebiasaan dalam sepaket rokok. Kopi, alkohol dan obat-obatan terlarang memiliki peranan penting dalam melesukan penis anda sebelum berperang.

Pada tahun 2004, American Journal of Epidemiology mengeluarkan hasil risetnya. Seorang pria yang bukan perokok terhindar dari resiko impotensi lebih besar 2,74 % dibandingkan para pria pecandu rokok.

2.    Depresi

Depresi sangat berbeda dengan sedih. Orang yang depresi cenderung merasa kosong dan tidak memiliki nafsu melakukan apapun. Dalam kondisi depresi, seorang pria dewasa akan mengalami kesulitan melakukan hubungan badan yang aman dan didasarkan oleh cinta.

3.    Kegemukan dan Usia

Banyak jenis penyakit yang dapat mendukung impotensi pada pria. Namun obesitas atau kegemukan dapat memberikan resiko impotensi sebesar 90 % lebih tinggi dibanding pria yang rajin berolahraga dan memiliki tubuh normal.

Sementara itu, pria yang berusia 20 tahun ke atas juga memiliki resiko terserang impotensi lebih besar dari laki-laki usia di bawah 20 tahun. Hasil penelitian ini semua dilakukan oleh badan penelitian seksualitas pria di Amerika.

Gejala Impotensi

Setelah menyimak faktor-faktor penyebab impotensi, sekarang anda harus mengetahui gejala apa saja yang terjadi pada pria impoten. Jangan sampai anda gagal membedakan impotensi dengan gangguan ejakulasi dini ringan. Kesalahan anda dalam mengenali penyakit suami bisa juga memicu pertengkaran akibat tidak tercapainya orgasme dalam berhubungan intim.

1.    Berkurangnya Nafsu Syahwat

Memang benar seorang pria yang sudah menjelang senja masih sanggup melakukan hubungan seks dengan perempuan muda. Namun bagi para pria impoten, hal tersebut tidak lagi menjadi hal yang menarik.

Jadi waspadalah dengan pria anda jika tiba-tiba sangat tidak bernafsu untuk melakukan hubungan seks padahal masih berada di usia produktif. Jangan langsung menuduh dia memiliki simpanan atau cadangan yang siap melakukan apa saja. Mungkin lelaki anda mengalami gejala impotensi.

2.    Sulit Ereksi

Kemampuan penis melakukan ereksi dipenuhi oleh penyebab yang sangat kompleks. Salah satu penyebab yang tidak bisa disalahkan adalah penyakit. Jika seorang pria pernah mengalami gangguan penyakit serius di daerah tulang belakang, pinggang dan prostat maka pasangan seksualnya harus bersabar.

Para pria yang pernah mengalami operasi serius biasanya juga akan kesulitan mengalami ereksi. Meski tidak semua lelaki yang mengalami penyakit serius langsung kesulitan ereksi. Namun jika operasi atau pengobatannya bersinggungan dengan beberapa hormon kelelakian, dan saraf-saraf yang tersambung dari perut ke bawah maka sudah dapat diperkirakan apa yang akan terjadi.

3.    Sulit Tahan Lama

Gejala yang ketiga ini harus diperhatikan baik-baik. Masalahnya banyak orang yang salah mengartikan ejakulasi dini dengan impotensi. Perbedaannya adalah terletak pada ketahanan waktu ereksi. Selebihnya adalah sebagaimana berikut :

  • Ejakulasi dini

merupakan gangguan seksual pada laki-laki yang ditandai dengan terlalu cepatnya cairan ejakulat keluar. Gangguan ini memiliki beberapa tingkatan sesuai keparahannya. Pada stadium awal dan menengah, penis masih dapat masuk ke lubang vagina dan mengeluarkan spermanya di dalam. Sehingga perempuan yang memiliki suami ejakulasi dini ringan masih mungkin mengalami kehamilan. Meskipun dia harus bersabar dengan kemampuan pertahanan suami yang sangat sebentar atau malah sekitar 2 menit saja.

  • Impotensi

Impotensi sama dengan gangguan ejakulasi dini yang sudah sangat parah. Dalam dunia medis, DE (Disfungsi Ereksi) sudah bukan pembahasan yang tabu. Kesehatan seksual pria juga harus diperhatikan sebagaimana pria mempertahankan stamina tubuhnya.

Disfungsi ereksi ditandai dengan ketidakmampuan penis bereksi. Biasanya, seorang dokter spesialis kelamin pria akan menanyakan apakah laki-laki masih mengalami ereksi pagi atau tidak untuk memastikan impotensi pada pria. Namun biasanya ada penelitian mendalam untuk memastikan dia terkena impotensi atau hanya gangguan biasa.

Kekuatan penis pria yang impotensi bisa diibaratkan seperti sosis. Lembek, tidak tegang dan tidak keras. Sementara bagi pria yang masih normal, ketegangan dan kekerasan penis menjadi penanda bahwa tidak ada yang salah pada kesehatan seksualnya.

Itulah 3 ciri utama pria yang mengalami impotensi. Untuk mendapatkan kesembuhan, pria dapat berobat secara herbal. Pengobatan herbal merupakan jenis pengobatan yang terbukti ratusan tahun lamanya. Sehingga tidak perlu takut menjadi korban malpraktek seperti beberapa kasus yang pernah muncul di media.

Namun jika anda merasa lebih cocok ke dokter medis, anda bisa mendatangi klinik spesialis alat kelamin pria. Kuncinya jangan merasa tabu menceritakan masalah pribadi dan seksual anda pada orang lain. Seorang dokter atau tenaga medis lain hanya bisa melakukan pengobatan tepat guna jika laporan yang anda berikan tidak ada yang ditutupi.

Jadi jika sekarang anda merasa pasangan seksual anda mengalami ketiga ciri di atas, coba ajaklah berbincang baik-baik. Jangan sampai dia merasa dilecehkan. Ajaklah berkonsultasi mencari terapi agar impotensinya sembuh.